Rabu, 11 Mei 2016

Perjalanan Cinta 3 Negara (part 3)

Jam 04.00 subuh, kami sudah bangun dan siap-siap menuju Angkor Wat (kami belum mandi sihh sebenar-nya, hanya cuci muka dan sikat gigi doang...hihihihihihhi, tp wangi kokkk). Kenapa subuh-subuh perginya?yaa kami mengejar Sunrise diatas Angkor Wat. Kata orang-orang, ini adalah waktu terbaik melihat Angkor Wat secara keseluruhan. Dan memang benar, ketika kami sampai di loket untuk membeli tiket masuk sudah banyak tourist yang antri. Dan loket baru dibuka jam 04.30, harga tiket masuk-nya $20, kelihatannya agak mahal yaa, tapi sebenar-nya itu tidak mahal, karena Angkor Wat-nya sendiri luasssss banget, dan itu berlaku untuk 1 hari full. Ternyata pemburu sunrise di Angkor Wat rameee bangettttt...harus pintar-pintar mencari posisi yang pas untuk bisa dapat gambar yang pas.




Setelah melihat Sunrise, kami berjalan-jalan melihat Angkor Wat dari dekat, dan kami sangat beruntung hari itu adalah hari Waisak jadi banyak monk/biksu dari berbagai tempat di Kamboja yang datang berkumpul di di Angkor Wat untuk datang berdoa.

jam 6.30 pagi matahari-nya sudah mulai naik dan kami balik ke penginapan dulu untuk mandi, sarapan dan tidur bentar..maklum kami berdua masih ngantuk banget. Jam 9.00 kami kembali meng-explore Angkor Wat. Dan saat kami sampai di sana sudah ramai banget, sempat bertemu beberapa rombongan tourist opa2-oma2 dari China dan Korea. Kami menyusuri beberapa bagian candi-candi-nya mulai dari Bayon Wat, Angkor Thom (kalo gak salah candi ini dinamakan Angkor Thom karena Film Tomb Rider) kemudian Banteay Srei dan yang fenomenal karena Film Tomb Rider adalah Ta Prohm..Semua bagian dari Angkor Wat ini benar-benar luar biasa kerenn dan bagaimana pemerintah-nya menjaga kelestarian candi yang berusia ribuan tahun. 




Kompleks candi ini tidak cukup hanya sehari di susurin kalau mau meg-explore secara keseluruhan.

Tapi kami tidak akan meng-explore semua candi-candi ini. Buat kami setelah mendatangi 5 candi utama sudah cukup, itupun sudah sangat melelahkan, karena cuaca-nya sangat panas 35°C, dan kami membutuhkan air minum lebih dari 2L...
Di kompleks candi ini banyak warung makan kok, banyak juga penjual souvenir. Kamu tenang aja, penjual disini masih
termasuk sopan menjual souvenir dan makanan/minuman. Kami mendapat tempelan kulkas harga-nya $1 yang dijual anak-anak kecil di sekitar candi. 




Overall perjalanan kami dari tanggal 9-16 Mei, Siam Reap inilah klimaks-nya... (ala2 film gitu cerita-nya)...kami sangat menikmati suasana disini, walaupun kami tidak bisa membeli banyak souvenir khas Kamboja, tapi perjalanan untuk mencapai tempat inilah yang membuat kami banyak belajar yang namanya sabar,tetap tenang, dan mengenal orang-orang yang sangat jauh berbeda budaya,bahasa dan melihat bagaimana semangat orang-orang di Vietnam dan Kamboja berusaha bangkit dari keterpurukan karena perang saudara, dan bagaimana Opium membuat generasi di kedua negara tersebut hancur.  

Tanggal 15 Mei, kami kembali ke Kuala Lumpur dan kembali menginap sehari di hostel yang sama. Kami kembali bertemu dengan pemilik hostel dan menceritakan pengalaman buruk hari pertama ke KL, dan dia bilang itulah scam city di KL yang membuat rusak reputasi wisata di KL. Tanggal 16 Mei jam 07.30 kami menuju KL Central menggunakan LRT, tidak lagi menggunakan taxi (kapokkkkk dikerjainnn...) ternyata lebih gampang dan murah banget. Sesampainya di KLIA, kami masih mempunyai waktu free sekitar 4jam, jadi kami pakai untuk makan, jalan2 disekitar bandara. Kembali saya menghitung sisa duit yang ada, dan coba tebak saya masih memiliki duit sisa $50, RM150 dan koin-koin sisa dari Vietnam dan Kamboja :)


Pelajaran moral:
Keluarlah dari Zona Nyamanmu dan banyak-banyaklah melihat dunia yang berbeda dengan zona nyamanmu, dan kau akan mendapat pengalaman hidup yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupmu!! dan terlebih penting engkau akan tau kenapa engkau harus bersyukur untuk hidupmu!! 


2 komentar:

  1. ada rasa penyesalan di hatiku, melewati masa muda tanpa banyak traveling diakibatkan mungkin krn ada rasa takut keluar dr zona nyaman dan memang kesulitan utk mendapat ijin dr orang tua pada jaman itu alias jaman batu hahahahaha

    BalasHapus
  2. ada rasa penyesalan di hatiku, melewati masa muda tanpa banyak traveling diakibatkan mungkin krn ada rasa takut keluar dr zona nyaman dan memang kesulitan utk mendapat ijin dr orang tua pada jaman itu alias jaman batu hahahahaha

    BalasHapus