Senin, 08 Agustus 2016

Hi Manchie...Hola Liverpool... Happy to Visit you!!!


Tanggal 17 June jam 15.00 kami sudah siap di National Express Victoria Station-London menuju Manchester.
Perjalanan ke kota Manchester  menggunakan Bus National Express selama 5jam, bus-nya tepat waktu banget berangkat-nya. Jadi kalau ada yang telat datang pasti ditinggalin sama bus-nya. Di UK waktu penting banget, sama sih dengan negara-negara maju lainnya..jadi jangan coba-coba telat-telat deh, alamat ditinggalin atau harus menunggu bus berikut-nya lagi. Biaya tiket bus-nya ternyata tidak seragam loh, tergantung waktu-waktu kita akan berangkat. Pada saat kami berangkat kami dapat tiket harganya £30/penumpang. Sepanjang jalan saya melihat pemandangan yang indah, hamparan padang rumput hijau dan kumpulan sapi,domba sedang merumput, keren abiss!!

Jam 20.00 kami tiba di Manchester Coach Station disambut hujan yang cukup deras dan berangin, padahal waktu itu musim summer..tapi kata adik saya cuaca di UK memang sering banget tidak konsisten. Walaupun cuaca tidak konsisten tidak menyurutkan semangat saya untuk mengelilingi Manchester dan kota-kota di sekitar-nya.
Nahh sistem transportasi-nya juga menggunakan bus,kereta, trem atau taxi. Jalan-jalan di kota ini sepi banget, orang-orang lebih senang menggunakan bus, sepeda,trem atau jalan kaki. Kendaraan pribadi paling yang lewat hanya satu dua saja, dan selama di Manchester saya tidak melihat kemacetan. Adik saya menyarankan saya untuk membeli kartu Stage Coach untuk 7 hari £13.50, saya bisa kemana saja naik stage coach selama 7 hari, mirip-mirip STP (Singapore Tourist Pass). 


Hari pertama saya belum kemana-mana, karena masih capek dan harus membantu adik saya packing-packing, karena kami akan pulang bareng ke Indonesia tgl 28 June. So hari pertama di Manchester hanya kami habiskan di rumah dan sempat ke supermarket Aldi beli bahan-bahan makanan selama seminggu.
Hari kedua kami mengunjungi Old Trafford Stadium...selain pengen lihat stadion kebanggaan Manchester United FC, saya jga mau membeli jersey MU yang dititip beli teman2 di Indonesia. Saya bukan penggemar MU sih, tapi saya nge-fans Eric Cantona dan Ryan Gigs.
Suatu kebanggaan bisa mengunjungi dan melihat langsung stadion yang paling terkenal di UK. Kalau kalian mau masuk melihat rumput hijau-nya dan melihat ruang ganti pemain atau masuk ke museum MU kalian cukup membayar £18/orang.

Dari Old Trafford kami mengunjungi stadion bola yang tidak kalah terkenal-nya dan merupakan musuh bebuyutan MUFC...yaaaappp kami menuju Etihad Stadium Manchester City FC didaerah Ashton New Road. Stadion yang berwarna biru muda masih sementara di renovasi. Stadion-nya gede banget dan luas banget. Sayang hari itu City Store-nya tutup dan kita tidak bisa masuk melihat-lihat karena masih renovasi. Untung-nya City Store-nya punya store di Manchester Arndale dekat Picadilly Station. Harganya pun lebih murah dibandingkan jersey MU. 
Mengunjungi UK tidak lengkap kalau tidak mengunjungi stadion2 sepak bola yang ada di sana. Seperti kita semua tau kalo Inggris memiliki Football Club dengan fans yang sangat banyak di seluruh dunia, dan ini merupakan salah satu sektor pendapatan terbesar untuk dunia pariwisata di Inggris.
Di Manchester juga ada Football Museum letaknya di Exchange Square. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk ke museum-museum di UK, termasuk Football Museum ini. Bangunan-nya tidak se-"victoria" museum-museum yang ada di London. Gedung-nya lebih modern dan futuristik menurut saya.
Selain berbau football, di Manchester banyak banget tempat-tempat yag bisa di eksplore. Saya paling sering mengunjungi taman dekat rumah atau di pusat kota di
Picadilly garden atau di Exchange Square. Disitu saya bisa mengamati dan memandang orang-orang dan bangunan-bangunan unik disekitar-nya. Dari Picadilly Garden, kamu bisa jalan kaki ke China Town jika kamu kangen dengan makanan asia (Thai food,chinese food,vietnaman food) bahkan pijat ala bali pun ada.  Di shoping centre-nya pun sangat-sangat ramai dengan orang yang datang dari kota-kota kecil dan wisatawan dari mancanegara yang datang entah itu berbelanja atau hanya cuci mata saja.
Ohh, iya pada saat saya datang lagi ada summer sale, jadi toko-toko menggelar diskon sampai 50%. Walaupun diskon-nya tidak sebesar pada saat boxing day atau winter sale, tapi lumayan murah menurut saya dibandingkan jika barang tersebut masuk ke Indonesia. 

Hari Senin, kami melanjutkan mengunjungi stadion sepak bola yang tidak kalah heboh dan memiliki fans fanatik..LIVERPOOL!!! yeaaayyy, kamu jangan mengaku Liverpudlian kalau belum pernah menginjakkan kakimu di Anfield Stadium!!!

 Dari Manchester kita naik bus menuju Liverpool 1jam-an, dengan tarif hanya £ 5 sekali jalan. Liverpool One Bus Station, letaknya dekat banget dengan Albert Dock dan Waterfront. Pertama kali menginjakkan kaki di kota ini, saya langsung jatuh cinta dengan suasana-nya yang tidak seramai di London dan orang-orang-nya lebih ramah menurut saya.

Dari Liverpool One, kami melanjutkan naik bus menuju Anfield Road. Stadion The Reds, ini posisi-nya agak berbeda dengan 3 stadion yang sebelum-nya kami kunjungi. Letaknya terlalu dekat dengan jalan raya, dan terletak di jalan yang lebih kecil. Sama seperti stadion-stadion yang lain, stadion ini ramai dengan wisatawan fans Liverpool. Dan juga memiliki store yang menjual jersey dan merchandise di Boot Room. Kamu juga bisa masuk ke museum dan tour di dalam stadion fee-nya £ 17/orang. 

Setelah puas melihat-lihat dan membeli merchandise kami melanjutkan perjalanan kami melihat sisi lain kota ini.
Tempat selanjutnya yang kami datangi adalah Albert Dock. Di tempat ini, kamu bisa melihat sejarah kapal-kapal laut buatan Inggris dan tentunya Titanic yang penuh misteri itu.
Di tempat ini semua-nya lengkap fasilitas-nya. Saya suka banget dengan tempat ini, apalagi di sini juga ada museum-nya The Beatles, namanya The Beatles Story. Tiket masuk-nya seharga £14.95, kita akan melihat sejarah The Beatles dan cerita-cerita dibalik kisah sukses Band tersebut, ada juga diputarin film-nya.
Kamu juga bisa ngopi-ngopi cantik di Fab4 Cafe atau membeli merchandise The Beatles di Fab4 Shop yang letaknya masih di sekitar The Beatles Story. Sayang-nya kami tidak sempat ke Penny Lane tempat pertemuan Jhon Lennon dan Paul McCartney naik bus menuju kota, dan single-nya jadi hits. Kami kembali menyusuri sisi lain dari Albert Dock dan masih banyak tempat-tempat yang keren untuk di explore. Kita bisa melihat Museum Maritim dan Museum Titanic. Kawasan Albert Dock ini sendiri merupakan salah satu UNESCO World Herritage Site. Dari Waterfront saya bisa melihat salah satu gedung yang ada di video clip The Beatles " In My Life", Liverpool Royal Building. Saya seperti bermimpi bisa melihat pemandangan di sekitar Albert Dock ini. Melihat sejarah Titanic dan Kapal-kapal besar lainnya di museum Merseyside Maritime Museum. 
Walaupun hanya sehari, saya sangat puas bisa datang ke kota ini. Saya seperti bermimpi bisa mengunjungi Liverpool.






Someday I'll be back to this city and this country!!! I really love this long journey...






































Kamis, 04 Agustus 2016

London in 4 days... ^___^

Walaupun hari pertama di London saya dibuat shock dengan mahalnya argo taxi dan pulsa internet, tapi tidak mengurangi excited dan kegembiraan saya bisa nyampe di negeri Queen Elizabeth ini. Hari pertama di penginapan saya langsung berkenalan dengan teman kamar saya Han dari Brisbane dan cewek India..haaaa saya lupa namanyaaa...cewe2 ini long stay di warung padang...Han traveling sambil cari kerja di London..enak banget yaa...yang India lagi ada kerjaan di London sebulan lebih.  Dari cewe2 ini lah saya dapat rute jalan-jalan tanpa menggunakan kendaraan umum alias jalan kaki. Dan yang paling dekat dengan penginapan adalah London Tower Bridge...jadilah hari pertama saya pergi melihat London Tower Bridge itu yang letaknya di sungai Thames..setelah jalan kaki ampir 1jam karena kiri kanan nyasar bingung membaca peta-nya...hahahahahahaha (maklum English-nya pas2an banget) akhirnya bertemulah saya dengan Borough Market dekat stasiun London Bridge...pasar-nya bagus dan cozy..dan bukan cuma saya tourist yang datang melihat-lihat dan icip-icip di pasar itu, banyak wisatawan lain juga tertarik dengan pasar ini.Pasar-nya gak sama loh dengan pasar di Indonesia, pasar-nya bersih,kering walaupun jual ikan,sayur,daging,buah-buahan segar.Segala keju,butter,wine,roti,cookies,cake,bumbu2,daging,coklat,ect dijual disini.Saya paling suka di stand yang jual cake dan coklat permen...banyak banget macam-nya dan kelihatannya enak-enak...tapi sisa trauma kemahalan saya masih tersisa jadi saya hanya melihat-lihat dan moto2 memandang makanan yang menarik banget warnanya.
Borough Market-London
Nahhh dari Borough Market ini kita masih jalan lagi sekitar 500 meter bertemulah kita dengan Sungai Thames...dan tampak dekat London Tower Bridge berdiri diantara sungai
Thames...yeyyyyyy i found it!!!
Akhirnya saya melihat dan berdiri tepat di depan London Tower Bridge yang megah yang sebelum-sebelum-nya hanya bisa saya lihat di film2 atau internet...and as ussually jepratjepret upload ke semua akun sosmed..hahahahahaha..How blessed i am!!
Setelah puas memandangi dan menikmati pemandangan di sekitar Tower Bridge dan  sungai Thames ditemani matahari+gerimis, saya melanjutkan perjalanan kaki saya melihat kota London yang tidak terlalu jauh dari penginapan dan Tower Bridge. Satu hal yang saya suka dari kota London, bangunan bergaya victoria-nya yang masih dipelihara dan dipertahankan. Coba kalo di kota saya udah lama tuh rata dengan tanah dan jadi ruko deh...


Jam 17.00, akhirnya adik saya dan suami serta baby-nya tiba dari Manchester, setelah chitchat dan kangen-kangenan, kami langsung menuju Westminster Bridge Road. Apakah yang kita lihat di sekitar tempat itu??? Taaadaaaaaaa........
London Eye in Thames River
Bigben and Parliament Building
Dari jalan ini saya bisa mendapat semua pemandangan yang sudah saya impikan sebelum berangkat dari Indonesia...Bigben!! London Eye!! Parliament Building!! dan Westminster Abbey Church yang fenomenal itu!!!
Westminster Abbey Church
 Semuanya hanya dijangkau dengan jalan kaki...dan saya puas2in deh poto-poto semua pemandangan yang sebelum-nya hanya ada dalam angan-angan saja.


















Pada saat itu lagi summer di UK dan bulan Ramadhan, dimana siang-nya lebih lama daripada malam-nya. Semua foto saya ambil di jam 19.30-22.30,masih sangat terangggg sodarah-sodarahhh...Saya hanya selalu membaca di internet kalau di Eropa ada beberapa tempat yang waktu siang-nya lebih panjang dari malam,waktu puasa-nya lebih panjang dibandingkan di Indonesia...dan saya akhirnya saya mengalami dan melihat sendiri fenomena yang berbeda tersebut... Yeaaaaaaaaayyyyyy...I am so happy!!!
parliament building
Ohhiyaaa selama di London untuk transportasi kami lebih banyak menggunakan bus dan kereta api dengan menggunakan Oyster Card yang sebelum-nya sudah diisikan oleh adik saya sekitar £ 15-20. Beli-nya bisa di stasiun kereta api atau stasiun bis. 
 
Hari berikutnya kami kembali melanjutkan jalan-jalan yang masih belum selesai. Kali ini kami mengunjungi oma kami di Buckingham Palace...hihihihihihihi...yaaappp kita nengokin Queen Elizabeth dan keluarganya,sayangnya kata petugas-nya si oma dan opa lagi tidak ada di istana. Dia menunjukan tiang bendera diatas istana yang lagi berkibar bendera-nya. Kata-nya kalau bendera di atas istana berkibar Queen Elizabeth lagi keluar, tapi kalau beliau lagi di istana bendera-nya diturunkan dan biasa-nya kalau lagi di istana,beliau muncul di pintu balkon melambaikan tangan ke para wisatawan yang sibuk foto-foto. 
Dari Buckingham Palace kami melanjutkan jalan-jalan ke Oxford Road, Stamford Bridge Stadium, Victoria and Albert Museum dan Natural History Museum. Hari ini cukup melelahkan jalan-jalan-nya apalagi kami sambil bawa-bawa baby di stroller :)

Hari ke-4 kami kembali menjelajah beberapa tempat sebelum kami berangkat ke Manchester. Hari ini saya pengen banget ke Abbey Road yang keren itu..jadi kami kembali menuju victoria station, dan mengambil bis menuju Abbey Road. Dan seperti feeling saya sebelum-nya, bukan hanya kami yang datang ke zebra cross dan studio tersebut, ada banyak penggemar the Beatles yang berfoto-foto seperti The Beatles di album Abbey Road. 



Dan saya pun berfoto ala-ala The Beatles di Abbey Road. Di Abbey Road Studio Shop kamu bisa membeli souvenir dan CD the Beatles dan artis2 yang pernah rekaman di Abbey Road Studio atau souvenir khas Abbey Road Studio. Yang bikin kagum dari tempat ini, mereka bisa menggarap pasar wisatawan penggemar British Music, dan membuat studio ini jadi salah satu tujuan wisatawan. Yang lucu dari Abbey Road ini adalah para pengguna jalan yang melewati Abbey Road memberikan kami kesempatan foto-foto ala2 The Beatles di zebra cross. Tidak nampak wajah marah, jengkel atau tidak senang di wajah mereka. Mereka malah tersenyum melihat kelakuan para wisatawan dari bermacam-macam negara tersebut. 
Saya sendiri bangga banget bisa datang ke tempat ini, walaupun tidak seramai Bigben atau Buckingham Palace, tapi studio dan zebra cross Abbey Road ini sangat fenomenal dengan the Beatles-nya!!! you should be here, guys!!!

Mari kita lanjutkan perjalanan kita menuju kota yang di impikan penggemar Wayne Rooney...yeeeeaaaaayyyy MANCHESTER CITY!!!

Jumat, 15 Juli 2016

Yeeeyyyyy England.... I'm Comingggg....

Setelah saya mengetahui Visa UK saya di approved, saya langsung mencari tiket berangkat ke Manchester. Kelihatannya sangat terburu-buru memang, ini dikarenakan adik saya yang di sana akan segera pulang cuti ke Indonesia, jadi saya harus datang lebih cepat sebelum dia pulang. Dan akhirnya setelah mengubek-ubek internet mencari tiket murah ke Manchester gak nemu-nemu, saya mengalihkan rute penerbangan saya ke London, dan wohoooooo...Malaysia Airlines lagi diskon gede-gedean tiket Jakarta-London (Heathrow) hanya 3,8 Jt sajahhhhh....langsung saya ambil tiket tersebut dan tgl 13 jadilah saya berangkat ke London...


Karena ini pertama kali saya ke Eropa, sangat-sangat excited semua-nya, mulai dari mengurus visa sendiri kemudian berangkat sendiri.. Perjalanan menggunakan Malaysia Airlines terbilang cukup cepat dibanding maskapai yang lain, hanya 1x transit di KLIA selama 2 jam, dan kita lanjut lagi. Departure Time dari Indonesia 04.50 dan tiba di London 17.30 waktu London..(sekitar ± 17 jam perjalanan). Dan ketika tiba di Heathrow, yang pertama saya cari selain koper yang di bagasikan adalah Wi-fi...entah kenapa saya tdk bisa mendapat signal wi-fi, ada sih tapi semua-nya ada password-nya, dan saya kebingungan atau sebenarnya malu untuk bertanya dimana saya bisa mendapatkan password Wi-Fi...mungkin saya malu diibilangi fakir wi-fi :)..Saya sangat membutuhkan wi-fi karena saya harus menghubungi adik saya di Manchester, dia yang nge-bookingin penginapan selama saya di London. Akhirnya saya bertanya ke petugas dimana saya bisa membeli Simcard untuk internet, ternyata mereka menjual di bandara. Dan harganya bujubuneeeeee untuk 1Gb 30GBP, yang saya ingat biaya hidup di UK sangat mahal, tp saya seharusnya lebih ingat lagi kalau semua barang atau makanan atau minuman kalau di jual di bandara harganya 2x lebih mahal..Karena kebingungan dan gengsi akhirnya saya ambil deh tuh Simcard Lebara 1GB tanpa pulsa menelpon atau SMS. itu kebodohan pertama.

Setelah saya bisa akses internet, saya kemuadian menghubungi adik saya, saya WA dan telpon ga di ada respon dari dia. Saya langsung panik dan ketakutan dan khawatir, saya harus bagaimana ini di negara orang sendirian???saya melihat jam di HP sudah jam 7 malam (waktu London), saya makin panik, waduh sudah malam masih gak jelas nasib-nya di bandara. Saya tidak melihat kondisi di luar apakah sudah gelap atau masih terang. Jam 20.30 adik saya akhir-nya menjawab pesan saya, dia ternyata salah membaca jadwal kedatangan saya, sehingga dia belum booking hotel dimanapun di London...saya semakin panik. Setelah kiri kanan dia browsing, akhirnya dapatlah penginapan di Warung Padang www.facebook.com/Warung-Padang-London-1601167470143715/ .

 Nah, setelah dapat penginapan muncul kebingungan yang kedua, naik apa ke sana??? Sebelum berangkat ke UK, saya sudah membaca kiri kanan travel blog dari Indonesia kalau Taxi di London itu mahal banget, jadi saya menghindari taxi. Bertanyalah saya ke petugas yang tadi bagaimana saya bisa ke Warung Padang dengan menggunakan bis atau train. Dia bilang kalau menggunakan kereta 3x ganti kereta...OHHH MY GOSHHHH...saya sudah sangat lelah dan Jetlag, harus 3x ganti kereta lagi, harus mencari-cari lagi???? saya bertanya kalau saya naik bis bagaimana??? dia bilang tidak ada bis dari bandara, saya harus keluar dari Bandara, ada halte dekat bandara...makin panik dan pusinglah saya. Akhirnya saya bertanya kembali ke adik saya bagaimana kalau naik Taxi?? adik saya bilang sekitar 25GBP, saya bilang yaa sudahlah kalau segitu. Akhirnya saya naik Black Cap Taxi. Setelah naik taxi, ada perasaan lega sedikit, tapi perasaan lega itu hanya sementara. Belum 15 menit saya naik taxi tersebut, argometer-nya sudah 30GBP itupun belum keluar dari jalan sekitar bandara. Akhirnya selama perjalanan saya hanya mantengin argometer taxi. Pada saat saya sedang WA-an dengan adik saya memberitahukan argometer di taxi tersebut, saya melihat kembali argo-nya, OOoHHHH MYYYY GOSHHHHH sdh 60GBP!! Saya memberanikan diri bertanya ke supir-nya apakah perjalanan-nya masih jauh??dia bilang sekitar 30menit lagi. dan ketika akhirnya nyampe di Warung Padang....coba tebak berapa angka di argo-nya??? 85GBP..itu sama dengan 1.7jt rupiah (kurs 20.000) pada saat saya membayar saya ngasi duit 90GBP, si supir-nya bilang dia tidak punya kembalian dan blablablabla...karena shock dan kecapean + Jetlag, saya kasiin aja, anggap aja saya membuang sial. 
Mas-mas penjaga Warung Padang-nya ada 3 orang, semuanya orang Indonesia asli dan baik2 banget, walaupun gak ramah2 banget sih, tp luamayan helpful. Banyak orang asing dan orang Indonesia yang datang menginap di situ. Kamar yang saya dapat isi-nya 10 orang, beruntung-nya bed-nya masih banyak yang kosong jadi saya bisa dapat ranjang di bawah. Harganya hanya 15GBP per malam. Dikamar ada 2 cewek dan 1 cowok jadi tidak terlalu berisik. Dan pengalaman hari pertama tiba di London ini benar2 sangat berkesan dan bikin saya sangat shock pengen pulang kembali ke Indonesia....hahahahahaha Welcome to The London!!!

Selasa, 12 Juli 2016

Bertemu Di Abu Dhabi....

Waktu itu perjalanan kami dari Manchester Airport menuju Indonesia menggunakan Etihad Airways dan pesawat-nya harus transit selama 4 Jam di Abu Dhabi Airport. Airport-nya Abu Dhabi asli gedeee dan luassss banget, ampe pegel jalan kaki dari terminal kedatangan ke terminal keberangkatan. 

Nah tibalah kami di Terminal 1 Gate 3, dan pada saat masuk di Gate 3 ruangan-nya sudah ramai dengan wajah-wajah Asia dan dari bahasanya saya jadi tau kalo itu para TKW yang hendak pulang berlebaran. Jujur saya baru kali ini melihat rombongan TKW yang duduk selonjoran di lantai ruang tunggu, padahal disitu ada banyak kursi kosong. Dan mereka berisik-nya minta ampun. Tapi saya hanya tersenyum melihat mereka, mereka ada pejuang devisa buat negara. Mungkin mereka excited akan bertemu dengan keluarga-keluarga yang ditinggalkan berbulan-bulan demi menghidupi keluarga mereka di kampung.

Tidak hanya sampai disitu ke-takjub-an saya, tidak lama saya mendengar rombongan bapak2 parlente masuk ke ruang tunggu bersama rombongan ibu-ibu. Sepertinya mereka juga transit dan akan menggunakan flight yang sama dengan kami menuju Indonesia. Dan saya langsung mengenali rombongan bapak-bapak parlente dan Ibu2 hebring itu. Yaaaa mereka adalah anggota DPR dan keluarga-nya sepertinya baru abis "study banding" dari Irlandia. saya benar-benar takjub, selama ini saya hanya membaca di berita kelakuan anggota Dewan yang terhormat dan keluarga-nya, kali ini saya menunggu dengan pesawat yang sama dengan mereka menuju Indonesia. Mulut saya gatal pengen nyolot, " busetttt dah saya buat jalan-jalan ke UK harus nabung berbulan2 dan hanya mampu bawa diri sendiri, ini bapak ibu jalan-jalan ampe ke Irlandia pake bawa keluarga segala pake duit rakyat". Saya hanya bisa berdoa, mudah2an keluarga Bapak Ibu sehat-sehat akal dan jiwanya yaa...

Yeeeyy Finally I've Got My UK Visa

Yappp kali ini kunjungan saya Negeri Ratu Elzabeth, yess United Kingdom. Udah tau kan kalau mau ke UK kudu pake visa, maka dengan terpaksa saya mengurus sendiri visa UK-nya tanpa agen. Yaaa biaya-nya memang lebih mahal, karena saya harus datang sendiri ke VFS Global di Kuningan City-Jakarta sementara saya tinggal-nya di Manado. Jadi saya mengeluarkan biaya pesawat Manado-Jakarta PP :)

Mudah-mudahan next trip saya bisa kembali mengurus visa sendiri. Berikut yang harus disiapkan untuk pengurusan visa-nya:

1. Passport yang masih berlaku
Saya juga menyertakan Passport Lama saya, buat jaga-jaga aja sih sebenar-nya :) 
2. Siapkan Dokumen Identitas
   Akte Kelahiran, KTP, Kartu Keluarga     
Untuk dokumen identitas yang ini, UK agak berbeda dengan negara2 lain,dokumen tersebut harus di translate ke Bahasa Inggris. Ada kok jasa untuk men-translate Akte Kelahiran,KTP dan Kartu Keluarga. Ada beberapa teman bilang agak aneh,tapi begitulah kenyataan-nya:)

3. Surat Keterangan atau Surat Referensi dari Kantor
Surat ini harus mencantumkan bahwa traveler-nya benar-benar karyawan di kantor tersebut dan akan cuti berapa lama,dan perusahaan menjamin bahwa sepulang dari UK traveler akan kembali bekerja di perusahaan tersebut dan semua biaya selama di UK adalah tanggung jawab dari traveler. 

4. Slip Gaji 3bulan terakhir

5. Rekening Koran 3 Bulan Terakhir dan Surat Referensi Bank
Nahh yang ini paling sering ditanyakan orang-orang harus punya saldo berapa untuk bisa ke UK? karena saya backpacker,saya tidak punya duit banyak seperti umum-nya orang-orang kaya yang trip ke UK. Hitung saja kamu akan berapa lama di UK,anggap aja biaya hidup sehari 1jt, jadi kalau kamu liburan selama 10 hari, biaya hidup selama di sana 1jt x 10hari+biaya tiket pp+biaya hotel+ongkos ini itu. Sejumlah itulah yang harus ada di saldo rekening Bank.Surat Referensi dari Bank itu harus berbahasa Inggris dan mencantumkan kalau kamu adalah benar-benar nasabah di bank tersebut sejak kapan.

6.Booking Code Tiket dan Hotel selama di UK
Nah kalau kamu tidak yakin dengan visamu akan di terima atau tidak,kamu bisa memasukkan Kode Booking tiket atau hotel yang akan kamu tempati selama di UK.Dan juga kamu harus membuat ittenarary selama di UK.

7.Surat Jaminan atau Invitation Letter dari penjamin selama di   UK (berikut rekening Bank-nya dan bukti bahwa si penjamin tinggal di UK).
Berhubung waktu saya ke UK adik kandung saya sementara bersekolah di sana, maka dia yang menjadi penjamin saya selama 2 minggu. Dan saya mencantumkan kalau saya selama di sana tinggal di rumah-nya.

8.Mengisi Form Aplikasi Visa di https://www.visa4uk.fco.gov.uk/home/welcome 

Nah ini yang paling penting, terlebih dahulu mengisi aplikasi dan meregister data diri di web visa4uk. Kita bisa pelan-pelan kok mengisi-nya. Setelah kita benar2 yakin dengan kelengkapan dokumen, kita bisa membuat janji dengan pihak VFS kapan akan menyerahkan dokumen2 tersebut. Untuk lengkap-nya bisa dibaca di web-nya langsung

Lama pembuatan visa UK ini kurang lebih 3minggu, selama menunggu visa tersebut keluar agak worry juga sih, diterima apa nggak yaa..dan tanggal 10 Juni, teman saya yang di jakarta mengambilkan passport saya. Pas dibuka??? Yeayyyyyyyy visa UK saya Approved!!!


Lesssgohhhh to Great Britain.....